Selasa, 23 Oktober 2012

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN



MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Filsafat Pendidikan












Disusun Oleh :
*     Dede Samsul Ma’arif
*     Azizul Adnan Amin
*     Dede Suriyadi
*     Bagus Maulana
*     Dicky Wahyu Saputra

Dosen : Drs. Kurniawan widodo




PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN & REKREASI
(PJKR)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) SITUS BANTEN
SERANG 2012
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Robbil 'Alamin, kami mengucapkan puji syukur kehadirat  Allah S.A.W atas berkat Rahmat dan Inayah-Nya kami bisa menyelesaikan Makalah Filsafat Pendidikan Tentang Pengertian dan Perbedaan Aliran Progresivisme, Esensialisme, dan Perenialisme.
 Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dengan Bapak Drs. Kurniawan Widodo sebagai dosen Pengantar Pendidikan.
Dalam menyelesaikan Makalah ini, banyak sekali yang memberi bantuan terlebih kepada para penulis yang bukunya kami jadikan rujukan dari Zuhairini. 1991. Filsafat Pendidikan. kepada para blogger yang bersedia mentransfer ilmunya melalui dunia maya, Kritik, teguran, serta saran sangat kami harapkan sebab no body's perfect´ tidak ada yang sempurna.  Dan kami minta maaf  yang sebesar-besarnya jika kami lalai dalam menulis kata-kata yang di kutip dari buku, atau blog dan kami tidak mencantumkan asalnya.
Tak  ada gading  yang tak retak
Retaknya jadi kiasan
Tak ada laut yang tak berombak
Ombaknya jadi lukisan´
(Pepatah Jambi)
Serang, …… Oktober 2012

Penyusun.



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................        i
KATA PENGANTAR ..................................................................................        ii
DAFTAR ISI ................................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................        1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................        3
1.      Aliran Filsafat Pendidikan Esensialisme .....................................        3
v  Pengertian dan Sejarahnya  .....................................................        3
2.      Aliran Filsafat Pendidikan Perenialisme ......................................        4
v  Pengertian dan Sejarahnya ......................................................        4
3.      Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme ...................................        5
v  Pengertian Progresivisme ........................................................        5
4.      Landasan Filosofis .......................................................................        6
5.      Perbedaannya ..............................................................................        6
BAB III PENUTUP .....................................................................................        8
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................        9


BAB I
PENDAHULUAN
Filsafat pendidikan modern pada garis besarnya dibagi kepada empat aliran yaitu aliran progresivisme, esensialisme, dan perenialisme. Namun pada tulisan ini hanya penggambaran singkat yakni penggambaran  hal-hal yang menjadi ciri utama aliran esensialisme dan perenialisme.      
Aliran perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Aliran Filsafat Pendidikan Esensialisme
1.      Pengertian dan sejarahnya
Aliran Filsafat Esensialisme adalah suatu aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. Mereka beranggapan bahwa kebudayaan lama itu telah banyak memperbuat kebaikan-kebaikan untuk umat manusia. Yang mereka maksud dengan kebudayaan lama itu adalah yang telah ada semenjak peradaban manusia yang pertama-tama dahulu. Akan tetapi yang paling mereka pedomani adalah peradaban semenjak zaman Renaissance, yaitu yang tumbuh dan berkembang disekitar abad 11, 12, 13 dan ke 14 Masehi. Didalam zaman Renaissance itu telah berkembang dengan megahnya usaha-usaha untuk menghidupkan kembali ilmu pengetahuan dan kesenian serta kebudayaan purbakala, terutama dizaman Yunani dan Romawi purbakala. Renaissance itu merupaka reaksi terhadapa tradisi dan sebagai puncak timbulnya individualisme dalam berpikir dan bertindak dalam semua cabang dari aktivitas manusia. Sumber utama dari kebudayaan itu terletak dalam ajaran para ahli filsafat, ahli-ahli pengetahuan yang telah mewariskan kepada umat manusia segala macam ilmu pengetahuan yang telah mampu menembus lipatan qurun dan waktu dan yang telah banyak menimbulkan kreasi-kreasi bermanfaat sepanjang sejarah umat manusia.



B.     Aliran Filsafat Pendidikan Perenialisme
1.      Pengertian dan Sejarah Filsafat Perenialisme
Perenialisme diambil dari kata perenial, yang dalam oxford Advanced Learner’s Dictionary of currnt english diartikan sebagai “continuing throughout the whole year” atau “lasting for a very long time” - abadi atau kekal. Dari makana yang terkandung dari kata itu aliran perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.
Di zaman kehidupan modern ini banyak menimbulkan krisis diberbagai bidang kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk mengembalikan keadaan krisis ini, maka perenialisme memberikan jalan keluar yaitu berupa kembali kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan teruji ketangguhannya. Untuk itulah pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya kepada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.
Jelaslah bila dikatakan bahwa pendidikan yang ada sekarang ini perlu kembali kepada masa lampau, karena dengan mengembalikan keapaan masa lampau ini, kebudayaan yang dianggap krisis ini dapat teratasi melalui perenialisme karena ia dapat mengarahkan pusat perhatiannya pada pendidikan zaman dahulu dengan sekarang. Perenialisme rnemandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktek bagi kebuoayaan dan pendidikan zaman sekarang.
Dari pendapat ini sangatlah tepat jika dikatakan bahwa perenialisme mcmandang pendidikan itu sebagai jalan kembali yaitu sebagai suatu proses mengembalikan kebudayaan sekarang (zaman modern) in terutama pendidikan zaman sekarang ini perlu dikembalikan kemasa lampau.
Perenialisme merupakan aliran filsafat yang susunannya mempunyai kesatuan, di mana susunannya itu merupakan hasil pikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap yang tegas dan lurus. Karena itulah perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat khususnya filsafat pendidikan.
Setelah perenialisme menjadi terdesak karena perkembangan politik industri yang cukup berat timbulah usaha untuk bangkit kembali, dan perenialisme berharap agar manusia kini dapat memahami ide dan cita filsafatnya yang menganggap filsafat sebagai suatu azas yang komprehensif Perenialisme dalam makna filsafat sebagai satu pandangan hidup yang bcrdasarkan pada sumber kebudayaan dan hasil-hasilnya.

C.    Aliran Filsafat Pendidikan Perenialisme
1.      Pengertian Progresivisme
Progresivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak didik (child-centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) atau bahan pelajaran (subject-centered).


*     Landasan Filosofis
Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat, seperti : perenialisme, essensialisme, dan progresivisme.
Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003), di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masing-masing aliran filsafat, kaitannya dengan pengembangan kurikulum.
*      Perbedaannya :
*     Perenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut , kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.
*     Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama halnya dengan perenialisme, essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu.
*     Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif.
Aliran Filsafat Perenialisme, Essensialisme, dan progresivisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Sementara, filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalampengembangan Model Kurikulum Interaksional.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.       Aliran filsafat Esensialisme adalah suatu aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. Aliran Esensialisme ini memandang bahwa pendidikan yang bertumpu pada dasar pandangan fleksibilitas dalam segala bentuk dapat menjadi sumber timbulnya pandangan yang berubah-ubah, mudah goyah, kurang terarah, tidak menentu dan kurang stabil.
b.      Aliran perenialisme memandang bahwa keadaan sekarang adalah sebagai zaman yang sedang ditimpa krisis karena ditimpa kacau, kebingungan dan kesimpang siuran. Adapun jalan yang ditempuh adalah dengan cara regresif, yakni kembali kepada prinsip umum yang ideal yang disajikan dasar tingkah pada zaman kuno dan abad pertengahan. Tujuan dari pada pendidikan yang hendak dicapai oleh para ahli tersebut di atas adalah untuk mewujudkan agar anak didik dapat hidup bahagia demi kebaikan hidupnya sendiri. Jadi dengan akalnya dikembangkan maka dapat mempertinggi kemam­puan akal pikirannya. Dari prinsip-prinsip pendidikan perenialisme tersebut maka perkembangannya telah mempengaruhi sistem pendidikan modern, seperti pembagian kurikulum untuk sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi.
c.       Progresivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak didik (child-centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) atau bahan pelajaran (subject-centered).


Daftar Pustaka

Zuhairini.1991. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Indar, Djumberansjah. 1994. Filsafat Pendidikan. Surabaya : Karya Abditama.
Kukuh Silahutama. http://kukuhsilautama.wordpress.com/2011/03/31/aliran-esensialisme/Diunduh pada tanggal 9 Maret 2012 jam 14:00.
Pada tanggal 09 Maret 2012 jam 14:30.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar